Biasanya, masyarakat muslim di Jawa menyambut tahun baru Islam ini dengan mengadakan khatmil quran yang dimulai pada pagi hari setelah salat subuh. Seperti tradisi yang diturunkan di daerah saya, masyarakat akan berkumpul untuk berdoa bersama setelah maghrib, lalu membawa nasi ambeng yang biasanya ada ayam ingkung dengan segala macam lauk-pauknya, dan juga tidak ketinggalan pisang serta kue apem.
Semua yang dilakukan masyarakat ini adalah upaya untuk menyambut tahun baru Islam secara sederhana berdasarkan tradisi. Hal ini sudah diwariskan sejak zaman syiar agama Islam yang dilakukan oleh para sunan di Tanah Jawa. Karena akulturasi membuat masyarakat lebih mudah memahami arti Islam yang sesungguhnya.

Di kalangan santri, penyambutan tahun baru Islam ini tidak kalah meriah dengan tradisi yang ada di masyarakat. Dulu saat saya masih menjadi santri, di akhir tahun, santri-santri akan melaksanakan khatmil quran dan doa bersama. Setiap tahun baru tiba, yaitu tepat di tanggal 1 Muharram, pesantren akan mengadakan kirab santri. Semacam karnaval yang diikuti oleh semua santri dan juga ada tamu undangan dari sekolah setempat.
