Tahun Baru Hijriah dan Tradisi Santri

Perayaan ini selalu rutin diadakan sebelum pandemi covid-19 melanda bumi Indonesia. Santri-santi akan berbaris dan membawa bendera merah putih untuk memeriahkan acara kirab tahun baru Islam. Misalnya, tradisi seperti dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul ‘Ula Nglawak, Kertosono, Jawa Timut. Rute kirab tidak jauh. Cukup mengelilingi desa dan desa tetangga. Santri-santri juga menyanyikan lagu-lagu kepesantrenan selama berjalan. Seperti mars Subbanul Wathan, masr IPNU dan IPPNU, selawat Nahdhiyah dan selawat lain yang menyiratkan keislaman dan syiar Islam.

Sungguh meriah tahun baru islam sebelum pandemi menyerang. Sekarang ini, melihat kondisi yang saat ini terjadi, tradisi yang turun temurun dilaksanakan di lingkungan masyarakat atau di pesantren pelan-pelan mulai memudar. Di lingkungan masyarakat tempat tinggal saya tetap dilaksanakan acara khatmil quran dan doa bersama, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak begitu banyak orang yang mengikuti karena khawatir dengan penularan virus Corona.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di lingkungan pesantren tempat saya, sekarang juga tidak melaksanakan kirab santri di tanggal 1 Muharram. Karena sedang masa pandemi dan sedang dalam masa PPKM. Santri-santri cukup melaksanakan khatmil quran dan doa bersama di akhir tahun. Pada tahun ini semua hal yang dilakukan adalah upaya untuk menjaga diri dan lingkungan sekitar. Berdoa agar dijauhkan dari wabah dan penyakit serta segera pulihlah bumi ini dan hilanglah wabah Covid-19 ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan