*puisi ini diambil dari kisah Buya Hamka yang dituduh mengkhianati NKRI karena merencanakan pembunuhan kepada Menteri Agama dan Presiden Soekarno atas sokongan Perdana Menteri Malaysia, Tengku Abdurrahman. Namun semua tuduhan itu salah, tetap saja Buya Hamka dipaksa buka mulut. Dalam penjara yang begitu menderita, Buya Hamka menuliskan sebuah karya fenomenal dan luar biasa, Tafsir Al Azhar, yang sampai sekarang masih santer dikaji oleh kalangan santri maupun akademisi dalam negeri dan luar negeri.
