Tentang Sebuah Mitos yang Bernama Hiperealitas

Diakui atau tidak, kehidupan masyarakat perkotaan sudah berada dalam ruang yang bias. Perbedaan antara sesuatu yang nyata dan mitos jadi kabur. Masyarakat perkotaan setiap waktu dibanjiri oleh citra informasi. Sehingga mampu membuat simulasi dan citra menjadi impian yang diminati dalam kebudayaan masyarakat postmodern. Simulasi menjadi hal penting dalam membentuk hiperealitas, dalam hal ini sejak dalam platform media sosial, mall, restoran, dan tempat-tempat hiburan yang dekat dengan masyarakat perkotaan menyajikan sesuatu yang menarik dan mempunyai daya tawar tinggi.

Dalam salah satu teorinya, Charles H Cooley lebih menekankan terhadap peranan interaksi. Bagi Charles, self concept seseorang tumbuh melewati jalur persinggungan dengan indvidu atau kelompok lain. Hal ini yang disebut dengan looking-glass self.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Looking-glass self bisa terbentuk melalui tiga tahapan, yaitu: Pertama, membayangkan bagaimana penampilan kita di hadapan yang lain. Kedua, membayangkan bagaimana penilaian orang tersebut terhadap penampilan kita. Ketiga, membayangkan semacam ada perasaan bangga, malu, dan merasa sudah naik kelas ataupun sebaliknya.

Tinggalkan Balasan