Tiga Kesalahan Memahami Agama

Nabi, dengan belas kasihnya telah mengajarkan pada kita untuk selalu bersikap baik pada sesama makhluk Tuhan. Lebih-lebih terhadap manusia, selagi dia tidak membahayakan nyawa kita, tidak ada alasan untuk melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Sederhananya, yang dikatakan Islam sebagai rahmatan lil alamin adalah tidak menyakiti, apalagi membunuh, atas dasar keangkuhan sendiri.

Agama cenderung melahirkan mimpi-mimpi buruk, bagi mereka yang hanya fokus pada subyektivitas personal. Benih-benih keangkuhan dalam beragama kadang menjebak pemeluknya memiliki identitas kebenaran tunggal, dalam hal ini menciptakan kesakralan pada agama dan abai pada identitas lain. Jebakan-jebakan semacam inilah yang melahirkan semacam aksi-aksi teror di kehidupan masyarakat kita.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saya akan mengutip pendapat Ahmad Najib Burhani dalam Islam Dinamis: Menggugat Peran Agama, Membongkar Doktrin yang Membatu (2001), mengenai sikap keberagamaan kita yang lebih dekat pada perpecahan, pertengkaran dan lebih-lebih menetaskan pertumpahan darah.

Tinggalkan Balasan