Respons anak-anak ini menunjukkan sudah tidak asing dengan kehadiran orang muslim. Mereka tidak ada rasa curiga apalagi takut, padahal jelas tampak perbedaan yang mencolok di antara kami; ya saya Islam dan mereka Kristen, tapi mereka enjoy, friendly, nampak sudah ada harmoni di antara perbedaan yang ada.
Di teras gereja, sudah menunggu pendeta-pendeta. Sore sebelumnya saya memang sudah datang di gereja ini untuk mengantar tumpeng kiriman Pak Hery dan Pesantren Aksara Pinggir, sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena Pak Hery selaku pengasuh Pesantren Aksara berhalangan hadir dan diwakili saya. Maka ketika bakda maghrib bertamu lagi, saya disambut hangat.

Setelah itu saya diarahkan ke tempat duduk khusus tamu undangan. Tidak lama kemudian, Romo Eko, pendeta dari Gereja Servatius Kampung Sawah, menghampiri saya, sekaligus duduk di samping saya. Romo yang juga seorang penulis aktif dan mantan jurnalis ini berbincang-bincang banyak dengan saya, tentu sambil mengikuti khidmatnya acara.
Ternyata yang muslim di acara itu tidak hanya saya. Ada Kiai Muqorobin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi, Kiai Ramadhin Afif dari Ponpes Yasfi, Bu Lurah dan beberapa lainya.
