Menjadi Pahlawan Hari ini

Sudah menjadi tradisi, tiap 10 November rakyat Indonesia merayakan Hari Pahlawan Nasional. Selain upacara, perayaan juga dilakukan dengan berbagai cara, salah satu misalnya mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.

Beberapa tokoh agama dan masyarakat melakukan prosesi tabur bunga di makam pahlawan terdekat. Semua itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan penhormatan pada jasa pahlawan, sekaligus mendoakan yang sudah gugur dalam medan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sesuai dengan pernyataan monumental dari Ir Soekarno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kepahlawanan Santri

Penetapan Hari Pahlawan Nasional ini merujuk pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa pertempuran itu tidak bisa lepas dari momentum Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Ketika itu, Kiai Hasyim menyampaikan perintah perang (resolusi jihad) langsung di depan Bung Karno Soekarno saat berada di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Saat itu, pasukan Sekutu akan datang ke Indonesia dengan maksud mengambil alih kekuasaan Jepang atas Indonesia. Ini sangat menjengkelkan, karena secara terang-terangan Sekutu telah menafikan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Seruan perang ini menjadi jihad fi sabilillah bagi rakyat, khususnya santri yang tidak memiliki keraguan sedikitpun untuk berperang. Padahal, terdapat kesenjangan yang sangat signifikan antara senjata Sekutu dengan senjata pribumi.

2 Replies to “Menjadi Pahlawan Hari ini”

Tinggalkan Balasan