Tuhan, Kopi, dan Rokok

Filosofi Rokok dan Kopi

Pada akhirnya, secangkir kopi dan sebatang rokok tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menyulut percakapan panjang tentang makna hidup. Dalam kepulan asap rokok, dalam pahit manis kopi, manusia menemukan keheningan yang tidak bisa diajarkan oleh ceramah formal. Justru, dalam perenungan sederhana itulah filsafat mengajarkan kejujuran eksistensial: bahwa hidup tidak selalu harus rapi, tidak selalu harus patuh, tetapi selalu harus dipikirkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Filsafat mengajak kita untuk berani jujur pada diri sendiri, pada realitas, dan pada absurditas kehidupan. Maka wajar bila filsafat lebih jujur daripada ceramah pagi. Sebab ia tidak menipu dengan janji kosong, tidak menakut-nakuti dengan hukuman gaib, melainkan mengajak manusia berdamai dengan hidupnya—sambil menyeruput kopi dan menghisap rokok, dalam keheningan yang penuh makna.

Referensi:

Jampes, Syekh Ihsan. Irsyadu Al-Ikhawan li Bayani Syurbi Al-Qahwati Wa Ad-Dukhoni. Kediri, Jawa Timur, Indonesia, n.d. (Kitab yang membahas hukum dan filosofis kopi dan rokok dalam Islam).

Nugroho, Muhamad Yusuf Amin. “Mitos Kopi Teman Setia Rokok dalam Perspektif Teologis Islam Nusantara: Harmonisasi yang Diperdebatkan.” Al-Mikraj 8, no. 2 (2024). https://doi.org/10.61433/alnadhair.v3i02.96.

Muhammad Aswin. “Berkata Jujur adalah Tindakan Revolusioner.” Profesi Online, June 24, 2025. https://profesi-unm.com/berkata-jujur-adalah-tindakan-revolusioner/.

Sugiarso. “Gus Umar Fayumi Pati, Laras Jagat dan Filosofi Rokok Tingwenya.” NU Online, September 6, 2023. https://www.nu.or.id/obituari/gus-umar-fayumi-pati-laras-jagat-dan-filosofi-rokok-tingwenya-Yd5qd.

Svendsen, Lars. Filsafat Kebohongan. Translated edition, 2025. Penerbit Baca, Tangerang Selatan.

Tinggalkan Balasan