Sebab, keputusan pemerintah bukan hanya urusan orang-orang yang duduk di kantor pemerintahan. Dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat biasa. Harga kebutuhan, pendidikan, pekerjaan, bantuan sosial, hukum, dan berbagai kebijakan lainnya bisa memengaruhi kehidupan banyak orang. Karena itu, kekuasaan tidak cukup hanya kuat. Kekuasaan juga harus tahu untuk siapa ia digunakan.
Dari sini saya melihat pemikiran Quraish Shihab cukup menarik. Menurutnya, nilai agama tidak harus selalu muncul dalam bentuk simbol atau aturan yang membawa nama agama. Fenomena yang sering disebut dengan istilah formalisme agama. Menurutnya, nilai-nilai agama bisa hadir melalui sikap dan kebijakan yang adil, amanah, dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

Lalu, bagaimana jika orang yang memiliki pemikiran seperti itu kemudian berada di dekat atau bahkan di lingkar pusat kekuasaan?
Pertanyaan ini sekarang menjadi semakin menarik karena Quraish Shihab telah menjadi bagian dari Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto di. Istana Kepresidenan bersama 25 anggota Wantimpres lainnya.
Wantimpres bukan kementerian meskipun setingkat dengannya. Quraish Shihab juga bukan menteri dan tidak bertugas menjalankan program pemerintah secara langsung. Secara sederhana, Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Nasihat itu bisa diberikan ketika diminta maupun ketika dianggap perlu.
Artinya, sekarang Quraish Shihab memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Presiden. Di sinilah menurut saya pemikirannya tentang agama dan kekuasaan menjadi semakin menarik.
Selama ini kita mengenal pemikiran Quraish Shihab melalui buku dan ceramah. Sekarang berada di posisi yang memungkinkan pemikiran itu ikut masuk dalam ruang pertimbangan pemerintah.
Tentu, kita tidak bisa langsung berharap bahwa keberadaannya di Wantimpres akan otomatis mengubah kebijakan pemerintah. Terlalu cepat untuk menyimpulkan hal tersebut. Kita perlu melihat bagaimana sebagai anggota Wantimpres ia menjalankan tugasnya.
