Hawa nafsu, terutama nafsu radikalisme, harus betul-betul serius kita lawan. Sebab, nafsu radikalisme adalah nafsu yang memacu pengrusakan sendi-sendi sosial. Manusia yang memiliki rasa prikemanusiaan akan tiba-tiba lenyap sisi kemanusiaannya dan berbalik menjadi manusia buas yang bisa melumat manusia lainnya yang tidak sepemikiran, jika nafsu radikalisme sudah bertahta dalam batok kepala dan seisi dadanya. Bila nafsu radikalisme sudah bertengger dan mulai menguasai dirinya, maka ia gemar memaksakan kehendak, egois, masa bodoh kepada orang lain, suka berbuat intoleran, ingin menang sendiri, dirinya saja yang benar, dan suka menyalahkan orang lain.
Akhirnya, pada momentum bulan puasa ini, mari puasakan nafsu kita, taklukkan nafsu kita. Mari kita menjadi umat rahmatan lil ‘alamiin, umat yang bisa melindungi diri sendiri dan orang lain, serta umat yang menebar kebaikan kepada semua makhluk.

Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga diampuni segala dosa, dan diselamatkan dari siksa.
Wallahu a’lam bi shawab…
