Peran kita dalam meneladani segala usaha para sahabat dan ulama dalam menjaga kemurnian hadis adalah dengan tidak langsung menerima hadis-hadis yang viral di media sosial secara instan. Atau, jika kita ingin mengeposkan unggahan di mesia sosial yang di dalamnya harus menyertakan hadis, maka sertakan sanad yang menjadi kekuatan hadis tersbut, bukan malah meninggalkan sanad dengan alasan sanad terlalu panjang. Bahkan bila memang diperlukan, saat kita ingin mencantumkan hadis dalam artikel atau karya tulis lainnya, kita mengkaji hadis tersebut terlebih dahulu dengan merujuk pada kitab-kitab jarḥ wa ta’dīl. Hal tersebut sebagai bentuk kita melanjutkan usaha para sahabat dan ulama yang telah berjasa dalam memurnikan hadis sejak abad ke-2 H. Wallahu a’lam.
