Pada intinya, mari sikapi wabah Corona dengan bijak. Rupanya, adanya wabah Corona juga mendatangkan hikmah tersendiri bagi para santri, baik yang masih “dikurung” di pesantren ataupun yang sekarang “dikurung” di rumah masing-masing. Seharusnya kita jadi lebih peduli kesehatan, lebih rajin menjaga kebersihan badan, pakaian, sampai tempat tidur.
Mematuhi imbauan untuk tidak berjamaah dari ulil amri, yang putusannya atas masukan fatwa ulama, sepertinya lebih baik bagi para santri, daripada ngeyel atau ngotot merasa semua akan baik-baik saja. Karena kita tak pernah tahu takdir sehat kita, takdir sakit kita.

Laksanakan pola hidup sehat dan social distance sebagai bentuk ikhtiar, dan jangan lupa berdoa meminta kepada yang menciptakan kita, agar senantiasa terhindar dari virus yang juga diciptakan-Nya.
Sudahlah, kalau memang mungkin merasa eman karena sudah terbiasa berjamaah di masjid, merasa berdosa kalau tidak sholat Jumat, silakan berangkat, tapi tanpa harus mencela kawan atau tetangga yang memilih untuk tidak berangkat. Jangan mencela.
