Wacana Keragaman Tubuh dalam Islam

“Anda siapa?” tanya ‘Abdul Wahhab kepada sosok cahaya itu.

“Saya mukhannas (transpuan) yang jenazahnya Anda bantu kuburkan tadi siang. Allah memuliakan saya lantaran semasa hidup saya, begitu banyak orang menghina dan mengucilkan saya.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari cerita `Abdul Wahhab kita menyadari bahwa ketubuhan yang unik bukanlah kesalahan kita. Bukan pula tolok ukur atas penghambaan kita kepada Allah SWT.

Kini, dalam beribadah masyarakat modern seringkali berpaku pada aturan syariat yang begitu kaku. Kekakuan tersebut membawa pembacaan yang begitu statis dalam menerjemahkan ayat-ayat kauniyah Allah SWT yang berwujud pada keragaman. Alhasil, ketubuhan yang berbeda dibaca sebagai penyimpangan atas ciptaan Allah SWT.

Namun, apakah benar demikian? Apakah Allah SWT menilai hambanya dari bentuk tubuhnya?Jelas tidak!

Tinggalkan Balasan