“Yalil-Yalil” dan Standar Kecantikan Muslimah

Yalil-Yalil yang Sesungguhnya

Adanya fenomena yalil-yalil semacam ini, menjadikan orang-orang di luar sana berlomba-lomba meniru standar cantik muslimah sedemikian ‘yalil-yalil’. Sibuk memperindah tampilan luar dengan standar medsos yang mengenakan gamis, abaya, atau tren pakaian muslimah lainnya. Tak lupa pula memoles wajah sedemikian cakap. Tanpa peduli bagaimana mempercantik diri dari dalam. Padahal, perempuan yang benar-benar cantik tidak hanya terpancar dari busana yang dikenakan dan paras yang elok.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Perempuan akan lebih cantik jika memoles batiniah juga. Perempuan cantik sesungguhnya ialah mereka yg memiliki ghirah belajar, sehingga kemudian mempengaruhi kualitas tutur katanya, bijak pemikirannya, santun perilakunya, dan bertambah takwa kepada-Nya. Mempercantik batiniah semacam ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan.

Mempercantik dhahiriah bukanlah sebuah larangan, anjuran bahkan, agar menciptakan kenyamanan bagi siapa saja yang sedang dibersamai. Namun, jangan acuh untuk mengurusi kecantikan batiniah.

Menjadilah perempuan cantik lahir batin. Cantik secara lahiriah saja tidaklah cukup untuk membangun peradaban yang lebih maju.  Karena kualitas anak keturunan kelak tergantung bagaimana cara seorang ibu mendidik. Bukan seberapa elok rupa, dan seberapa indah pakaian.

Mempercantik lahiriah itu penting, tapi mempercantik batiniah lebih penting. Kalau bisa mengupayakan keduanya, kenapa tidak?

Tinggalkan Balasan