2TH DUNIASANTRI (4): RUMAH BERGURU LITERASI

Kring-kring bunyi HP, hati mulai berdebar lagi. Saya cek, ternyata ada balasan dari admin duniasantri dalam WhatApp. “Minta tolong tulisannya dilengkapi.” Dengan demikian, pikiran bertanya lagi, apakah ini pertanda tulisanku akan dimuat?

Tanpa waktu lama, saya langsung mengeksekusi tulisan yang seharusnya diperbaiki. Sebenarnya berurusan dengan pengeditan sebuah tulisan, bagi pemula memakan waktu yang lama. Maklum, siapa pun dia, apa pun tulisannya, kalau masih tingkat pemula pasti mengalami hal yang sama. Namun, setelah selesai pengeditan, lalu saya login kembali  di web duniasantri.co.  Lalu mengirim artikel yang sudah siap.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Alhamdulillah, pada sekitar jam 9 pagi, tulisan pada rubrik tokoh, dengan judul “Kiai Alimuddin, Sosok Zuhud dari Sumenep” (6/07/2021), terbit. Terbitnya tulisan tersebut bukan karena kelihaian saya dalam menulis, akan tetapi karena semangat yang pantang menyerah.

Dengan demikian, saya teringat dengan perkataan guru Bahasa Indonesia waktu sekolah di MAK. “Man kaana awwaluhu maksah fa akhiruhu biisah, waa man kaana awwaluhu sengkah fa akhiruhu tak bisah.” Artinya, barang siapa yang awalnya memaksa, maka akhirnya akan bisa, dan barang siapa yang awalnya malas, maka akhirnya tidak akan bisa. Maka adagium tersebut yang membuat saya semangat.

Oleh karena itu, dari berbagai proses mulai dari pengiriman, pengeditan, hingga diterbitkan, merupakan penempaan yang harus dijalani dengan antusiasme. Maka tidak ayal jika saya katakan, bahwa duniasantri adalah “guru dalam berliterasi.”

Saya ucapkan selamat ulang tahun yang kedua, web yang berbasis santri. Semoga duniasantri tetap aktif selamanya. Dan bagi seluruh tim atau redaktur duniasantri, semoga tetap diberikan kesehatan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan