Hari ini tujuh tahun lalu, untuk pertama kalinya kami tumpengan menetapkan lahirnya jejaring duniasantri (JDS), di rumah ini. Rumah yang kemudian kami sebut Rumah Merah ini berada di Jalan Madrasah, Kukusan, Beji, Depok.

Persis setahun kemudian, 17 Agustus 2020, kami tumpengan lagi di Rumah Merah, mensyukuri setahun kelahiran duniasantri. Tapi sehabis tumpengan, Pak Bisri Effendy, salah satu pendiri duniasantri dan sohibul bait, pergi untuk selamanya.

“Tugas saya sudah selesai, Ma…” ujar Pak Bisri kepada Iyung, istrinya, sesaat sebelum wafat. Sejak itu, tiap tanggal 17 Agustus, agenda kami tiga: merayakan kemerdekaan, syukuran lahirnya duniasantri, dan haul wafatnya Pak Bisri.
Tapi sejak itu, tiga agenda tersebut kami lakukan di tempat-tempat yang berbeda, yang tanggalnya tidak selalu 17, tapi tetap di bulan Agustus. Pernah di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok. Pernah di Pesantren Al-Hikam Depok. Pernah di Pesantren Tebuireng Jombang. Tapi satu kali pernah “lupa”… tak ada tumpengan, tak ada kegiatan. Sebuah kealpaan.
Tiga agenda tersebut dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda lantaran para pegiat duniasantri seringkali berbeda-beda, beralih rupa, dan bisa berada di mana-mana atau di mana saja. Karena itu tempatnya disesuaikan dengan banyak faktor tersebut.


Subhanallah, semoga jejak sejarah Bapak Bisri Effendi tetap tegap melangkah menuju puncak kegemilangan,,,