Banyak cara dilakukan agar tetap bisa salat berjamaah di tengah pandemi Corona yang mengharuskan setiap orang menjaga jarak aman alias physical distancing. Salah satunya yang dilakukan pengurus Pondok Paseban Arrosuli di Desa Keji, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Di Pondok Paseban ini, pembatas salat atau shaf di musala menggunakan plastik transparan. Setiap jarak satu meter, dipasang pembatas plastik transparan yang ditarik lurus ke belakang, mulai dari shaf depan hingga belakang. Tinggi plastik sekitar 170 sentimeter.

Kreasi ini dimaksudkan untuk menaati protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19. Dengan pemasangan pembatas plastik seperti ini, para santri tetap bisa salat berjamaah dengan aman karena tak terjadi sentuhan sekaligus menghindari lontaran droplet.
“Ini memang kita sengaja membuat batas plastik transparan di antara jamaah salat. Agar kita bisa salat jamaah tanpa saling berjauhan, namun protokol kesehatan tetap kita jalankan,” kata pengurus Pondok Arrosuli, Abdul Qodir, seperti dikutip inews Senin (18/5/20).
