BISIKAN MALAM SERIBU BULAN
Semilir angin menyapa wajahku
Berbisik lembut dalam sunyi
Angin itu berkata
“Panjatkanlah doamu, sebab malam ini penuh berkah.”

Aku merenung, mencari makna,
Bertanya dalam batin,
“Apa artinya?”
Untuk membuktikan
Kuangkat tangan, memohon pada Tuhan Yang Maha Esa.
Di atas sana, bulan purnama bersinar terang,
Menyinari malam yang hawanya berbeda.
Ternyata, ulama berkata,
Inilah malam Lailatul Qadar—
Lebih baik daripada seribu bulan,
Tempat doa-doa dikabulkan,
Di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Pantas saja, malam itu,
Aku merasakan ketenangan—
Yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
IMAN MUSIMAN
Sepoi-sepoi angin menyapa permukaan kulitku
Aku mencuri udara
Sejuk kurasakan
Lalu, aku tersenyum puas.
