SIKLUS RAMADAN
Kutemukan diriku sendiri
Di kedalaman ramadan
Menggigil kedinginan menantiMu tak kunjung datang
;padahal Engkau datang.

Hingga hilal mengerucut,
Hingga malam seribu bulan menjemput
Kutak menemukanMu sama sekali
Di kedalaman diriku sendiri
;padahal Engkau datang.
Semakin aku diam sendirian
Semakin senyap tak ada jawaban
Tak ada lakon-lakon
Hanya sepi bermain peran
;Padahal Engkau datang.
Madura, 2025.
MENUNGGU SYAWAL
Jauh sebelum pagi membunuh malam
Terdengar lirih lelaki tua
Di dalam langgar bambu sama tuanya.
Berdoa; meminta baju hari raya
Untuk anak-anak dan cucu-cucunya
Barangkali
_________doa lebih tajam dari pisau
Diiriskannya takdir-takdir kejam itu darinya
Dibilahkannya derita-derita lebam itu darinya
Seketika itu,
Aku juga berdoa
;pertemukan aku dengan Syawal,
ingin sekali kumelihat anak-anak dan cucu-cucunya
memakai baju hari raya hasil doa lirihnya.
