PUISI SYAWALAN

SIKLUS RAMADAN

Kutemukan diriku sendiri
Di kedalaman ramadan
Menggigil kedinginan menantiMu tak kunjung datang
;padahal Engkau datang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hingga hilal mengerucut,
Hingga malam seribu bulan menjemput
Kutak menemukanMu sama sekali
Di kedalaman diriku sendiri
;padahal Engkau datang.

Semakin aku diam sendirian
Semakin senyap tak ada jawaban
Tak ada lakon-lakon
Hanya sepi bermain peran
;Padahal Engkau datang.

Madura, 2025.

MENUNGGU SYAWAL 

Jauh sebelum pagi membunuh malam
Terdengar lirih lelaki tua
Di dalam langgar bambu sama tuanya.

Berdoa; meminta baju hari raya
Untuk anak-anak dan cucu-cucunya

Barangkali
_________doa lebih tajam dari pisau
Diiriskannya takdir-takdir kejam itu darinya
Dibilahkannya derita-derita lebam itu darinya
Seketika itu,
Aku juga berdoa
;pertemukan aku dengan Syawal,
ingin sekali kumelihat anak-anak dan cucu-cucunya
memakai baju hari raya hasil doa lirihnya.

Tinggalkan Balasan