Akhir-akhir ini, publik milenial Tanah Air sedang diramaikan dengan humor mengenai sebuah frasa. Frasa ini awalnya bergeming di dunia maya dengan wujud sebuah meme serta foto. Dalam layar meme tersebut, banyak dijumpai potret stiker yang ditempel di berbagai peranti, seperti motor, mobil, laptop, dan sebagainya. Sontak, fenomena ini menjadi viral dan diramaikan dengan aktivitas serupa (yakni membuat stiker). Frasa yang dimaksud adalah “Harta, Takhta, Wanita”.
Penulis melihat term ini dijadikan sebuah guyonan sederhana sebagai bentuk kekaguman terhadap seseorang, dengan mengubah kata “Wanita” menjadi nama seseorang, misalnya “Harta, Takhta, Doinya”. Tentu ini sah-sah saja dan menjadi selingan humor di realitas lingkungan kita. Namun, berangkat dari hal ini, penulis bukan bermaksud untuk membahas fenomena tersebut. Akan tetapi, penulis ingin mengungkap dengan sederhana bagaimana frasa tersebut sebenarnya mempunyai kedalaman makna yang amat bernilai apabila ditilik melalui perspektif nilai-nilai Islam.

Teks Asal dan Problematikanya
Penulis sekiranya dapat mendasarkan fenomena frasa tersebut pada QS Ali Imron ayat ke-14 yang berbunyi:
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ
Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
