Dupa dan Doa

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata “dupa” atau “membakar dupa”? Sebagian dari kita mungkin akan langsung terasosiasi dengan tradisi masyarakat Hindu atau Budha. Sebab, memang, masyarakat Hindu atau Budha, seperti yang kita lihat di Bali dan beberapa tempat lain, misalnya, selalu membakar dupa ketika sedang beribadah atau berdoa. Dupa seakan menjadi identik dengan tradisi Hindu dan Budha.

Namun, kebiasaan membakar dupa sebenarnya juga dilakukan kaum muslim sejak berabad-abad lampau, baik untuk mengiringi aktivitas keagamaan seperti berdoa, beribadah, atau pengajian, maupun kegiatan lainnya. Namun, seiring perjalanan waktu, entah sebab apa, pembakaran dupa seakan “dicap” sebagai tradisi agama lain atau kaum, sehingga kaum muslim dilarang atau diharamkan melakukannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sehingga, jika ada kaum muslim yang membakar dupa, seakan berbenturan dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, yang berbunyi, “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka.”

Benarkah demikian?

Tinggalkan Balasan