PUISI-PUISI PERINDU

SELENDANG RINDU 

Pada ufuk yang memerah,
aku kabarkan rindu menjejak nurani
tentang kisah pelangi
berderai di atas matamu yang sabit

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Genggamlah riak pesona bianglala
memagut gembala kasih
di rimbun celoteh anjangsana

Biarkan aku luruh,
bersimpuh di palung hatimu
membaca aksara petala warna
tentangmu di deru laut gelombang cinta

Syahdan!
nada senarai wujudmu
mendaras sekuntum riak rembulan

Batuputih, 21-09-2026.

MENARA ALIFMU MENUSUK HATIKU

Serpihan takbir,
memburu jejak petualang

Alif alismu menabuh genderang
bertalu, memburu relung jiwa
di sepanjang nada napasmu
aku rebah terbakar apimu

Menara alifmu,
adalah sebuah kepastian
membaca aksara rindu
pada pematang raya kedipmu

Aku memandang rembulan,
dan pelangi selendang mayang

Dekaplah hasrat,
biar meraup serpihan pelita

Batuputih, 21-09-2026.

KARAM BERTALU DI HATIMU YANG RANUM

Entah!
bisikan hati mana bersenarai janji

Kedip beribu kunang,
memeluk geriap malam
sunyi hati menabuh harap

Peluklah aku,
biar enyah selaksa luka
bulir-bulir air mata
adalah tanda dari sebuah asmara
Teratai mengepak sayap,
berharap kemarau mengeja hujan
agar bergerai sekepal angan

Tetaplah merangkai kasidah,
bermadah burdah kencana pitaloka

Batuputih, 21-09-2026.

SAJAK AKSARAMU BERDERU

Di ceruk dadaku,
sajak aksaramu mengikat gelombang
memendar cahaya purnama,
menasbihkan butiran cinta

Senandung pipit,
di hijau pucuk lembayung
adalah langgam madah puisi
karam di lautmu yang merindu

Aku memeluk api,
menjadi suluh asmara Pitaloka

Aku mendekap hujan,
menjadi embun di hatimu, Rif!

Tinggalkan Balasan