Mendengar berita bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3), cukup membuat saya merasakan dentuman di dada. Aksi yang dilakukan oleh sepasang suami-istri yang usia pernikahannya masih belum genap satu tahun, dan disusul dengan serangan teror di Mabes Polri, Rabu (31/3) mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Entah, agama apa yang menganjurkan untuk bunuh diri demi surga? Dan nabi siapakah yang mengajarkan membunuh kelompok yang agamanya tidak sama dengan kita?

Saya jadi teringat kisah yang cukup menarik, ketika Abu Hurairah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. “Ya Rasulullah, berdoalah supaya orang-orang musyrik itu celaka.” Kemudian, Nabi menjawab: “Sesungguhnya, aku tidak diutus sebagai tukang laknat, tetapi aku diutus sebagai rahmat.” (HR. Muslim).
