Agama di Tengah Budaya Pencitraan

Di sinilah kita perlu berhati-hati. Jangan sampai agama hanya menjadi sesuatu yang tampak baik di hadapan orang lain, tetapi kehilangan maknanya dalam kehidupann sehari-hari. Sebab keberagamaan tidak hanya terlihat dari apa yang kita tampilkan, tetapi juga dari bagaimana kita bersikap ketika sedang dilihat.

Media sosial bukan musuh bagi agama. Ia bisa menjadi ruang untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan. Hanya saja, jangan sampai nilai-nilai agama hanya menjadi bagian dari citra yang kita bangun. Sementara dalam kehidupan nyata ia tidak banyak mengubah cara kita bersikap dan memperlakukan orang lain.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada akhirnya, agama tidak pernah hanya tentang apa yang tampak. Ada bagian dari keberagamaan yang memang hadir di hadapan banyak orang, tetapi ada pula yang tumbuh dalam ruang yang tidak dilihat siapa pun.

Di tengah budaya pencitraan yang hampir membuat segala sesuatu ingin diperlihatkan, mungkin di sanalah keaslian beragama masih memiliki tempat. Yaitu ketika kebaikan tetap dilakukan meski tidak ada yang perlu mengetahuinya.

Tinggalkan Balasan