“Anak Bajang Menggiring Angin”: Kerendahatian Melawan Keangkaramurkaan

Dibuangnya Rama ke hutan inilah yang menjadi awal kisah yang kita kenal sekarang. Bagaimana Sinta diculik Rahwana dan bagaimana Rama berusaha merebut kembali istrinya dengan berperang melawan negeri Alengka dengan bantuan balatentara kera.

Yang menarik dalam kisah Ramayana di novel Anak Bajang Menggiring Angin ini adalah bahwa Rama sama sekali tidak digambarkan sebagai sosok pahlawan yang serba sempurna. Meskipun ia adalah titisan Dewa Wisnu, tapi dalam perjalanannya menghancurkan keangkaramurkaan dan kejahatan (yang direpresentasikan Rahwana), ia seringkali jauh dari sikap-sikap bijaksana. Justru kebijaksanaan itu hadir dalam bentuk Laksmana, Anoman, serta Gunawan Wibisana, adik Rahwana yang memilih untuk memihak Rama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bahkan dalam novel ini dikisahkan bahwa sejatinya bukan Rama yang mengalahkan Rahwana. Rama, Laksmana, dan Gunawan Wibisana diinterpretasikan hanya sebagai pembantu dalam mengalahkan keangkaramurkaan dan kejahatan (yang direpresentasikan Rahwana). Sebab, sejatinya yang mengalahkan Rahwana adalah balatentara kera yang diwakili Anoman.

Di novel ini, Rahwana digambarkan sebagai seorang raksasa sekaligus raja Alengka yang sangat jahat dan tidak punya kasih sayang sedikit pun. Sikapnya selalu jahat kepada siapa saja. Bahkan kepada saudara-saudara dan anak-anaknya. Yang ia kedepankan hanya nafsu dan egonya belaka. Tidak pernah ia memikirkan orang lain apalagi negerinya. Kehancuran yang ia bawa ke negerinya pun adalah imbas hasrat nafsu egonya yang ingin memiliki istri orang lain, yaitu Sinta.

Sementara itu, balatentara kera diceritakan sebagai sosok yang merepresentasikan kerendahan hati. Dalam tubuh wadag-nya yang terus berusaha mencapai kesempurnaan, mereka terus merendahkan hatinya; menyadari dirinya masih jauh dari sempurna sehingga selalu bersikap sumeleh terhadap kehidupan yang dialaminya. Dan kerendahan hati itulah yang sebetulnya yang mengalahkan keangkaramurkaan dan kejahatan dunia.

Tinggalkan Balasan