Redaktur Kompas Minggu Hilmy Faiq menyambuat baik terbitnya buku karya para santri ini. Menurutnya, di tengah gempuran informasi yang bertubi-tubi dari berbagai platform media sosial seperti saat ini, hadirnya tulisan para santri ini dapat dianggap sebagai lentera yang mencerahkan. “Ditulis tidak berdasarkan angan-angan, asumsi, atau prasangka,” katanya.
Respons positif juga diungkapkan sastrawan nasional Hasan Aspahani. Secara khusus, Hasan Aspahani menyoroti kumpulan cerpen santri Dan Sepatu pun Menertawakanku. Menurutnya, santri dan dunia santri bisa jadi sumber pemasok cerita dan inspirasi besar bagi bangsa Indonesia ini.

“Kumpulan cerita ini bisa diberdayakan untuk menelusupkan soal-soal kesantrian ke pembaca yang lebih luas, yang mungkin tak tercapai dengan cara lain. Atau sebaliknya, menyusupkan hal-hal baik dari luar ke dalam lingkungan santri yang juga apabila tak lewat cerita pun tak akan bisa masuk dengan leluasa,” demikian komentar Hasan Aspahani.
Penerbitan buku semacam ini akan menjadi agenda tahunan jejaring duniasantri guna mendorong lahirnya penulis-penulis berbakat dan andal dari lingkungan pesantren. Kini, yang sudah terdaftar sebagai kontributor penulis di duniasantri.co mencapai seratusan santri dari berbagai daerah, dari berbagai pesantren. Dalam sehari, rata-rata sudah puluhan tulisan santri yang masuk ke meja redaksi. Sementara, tingkat keterbacaan duniasantri.co rata-rata mencapai 1000 views per hari dan diakses lebih dari 50 negara.

Masih menunggu transfer dr duniasantri.co untuk order, hee…