Tapi santri tetaplah santri. Sekeras apa pun toko sebelah berkotek, santri akan tetap setia dengan sarungnya, dan tidak menggantinya dengan celana cingkrang. Santri akan tetap berpeci dengan wajah klimis atau culun, tidak berubah menjadi berewokan nan seram. Dan, santri akan tetap tersenyum menghadapi celotehan-celotehan dari toko sebelah. Begitulah adabnya.

pas banget. santri pasti mengalami posisi ini.