kunjungan siswa SDI Tebuireng ke BST (Foto: Tebuireng Online)

Belajar Kesalehan Ekologis dari Bank Sampah Tebuireng

Oleh karena itu, penyelesaian masalah lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan inovasi teknologi. Perubahan yang lebih mendasar adalah membangun budaya peduli lingkungan. Inilah yang coba dilakukan BST melalui langkah-langkah sederhana. Para santri dibiasakan memilah sampah sesuai jenisnya, memahami nilai ekonominya, sekaligus menyadari bahwa limbah masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola secara tepat.

Sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan memilah sampah, Pesantren Tebuireng juga menyediakan sejumlah tempat sampah yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. tempat sampah tersebut disebarkan di berbagai titik di wilayah Pesantren. Fasilitas ini menjadi sarana pendukung bagi para santri untuk membiasakan diri membuang sampah sesuai kategorinya, sehingga kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh melalui praktik sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk cara pandang yang berbeda terhadap sampah. bahwa  sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata masih menyimpan potensi manfaat. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipahami sebagai akhir dari sebuah benda, melainkan sebagai amanah yang menuntut tanggung jawab manusia untuk mengelolanya secara bijaksana.

Keberadaan Bank Sampah Tebuireng sekaligus menunjukkan bahwa pesantren mampu menjadi laboratorium peradaban. Pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas atau kajian kitab kuning, tetapi diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Santri belajar bahwa menjaga kebersihan dan merawat lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pada akhirnya, kesalehan ekologis bukanlah konsep yang rumit atau hanya menjadi wacana akademik. Ia hadir melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. mulai dari memungut sampah yang berserakan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mengelola sampah dengan penuh tanggung jawab.

Foto: Kunjungan siswa SDI Tebuireng ke BST (Foto: Tebuireng Online), 2 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan