kunjungan siswa SDI Tebuireng ke BST (Foto: Tebuireng Online)

Belajar Kesalehan Ekologis dari Bank Sampah Tebuireng

Selama ini, kesalehan sering dipahami sebatas hubungan vertikal antara manusia dengan tuhan. Kesalehan diukur dari rajinnya seseorang menjalankan rutinitas ibadahnya. Baik salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, atau berpuasa. Padahal, Islam mengajarkan bahwa ibadah juga memiliki dimensi sosial dan ekologis.

Menjaga bumi merupakan bagian dari amanah kekhalifahan yang Allah titipkan kepada manusia. Bentuk tanggung jawab moral dan keimanan seseorang terhadap kelestarian lingkungan hidup merupakan bagian dari sikap bijak dalam mengelola alam serta kesadaran diri untuk tidak merusak bumi. hal inilah yang sering disebut sebagai kesalehan ekologis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bank Sampah Tebuireng (BST) Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, menjadi salah satu wadah pembelajaran terkait kesalehan ekologis yang penting dipahami oleh para santri. Aktivitas memilah sampah, menimbang barang bekas, hingga mendaur ulang bukan sekadar kegiatan teknis, akan tetapi menjadi latihan untuk membangun kesadaran bahwa setiap tindakan manusia selalu memiliki dampak terhadap lingkungan.

Tumpukan botol plastik, kardus bekas, dan kertas yang telah usang tidak lagi dipandang sebagai barang yang tak bernilai. Di tangan para santri dan pengelola BST, benda-benda yang selama ini identik dengan limbah justru menjelma menjadi media pembelajaran. utamanya dalam pendidikan karakter.

Sebagaimana yang disampaikan pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, bahwa salah satu solusi dalam mengatasi kerusakan lingkungan adalah memperkuat pendidikan moral atau pendidikan karakter. Hal ini yang terus diajarkan di Pesantren Tebuireng kepada para santri.

BST yang letaknya tidak jauh dari pusat pesantren menjadi tempat yang strategis bagi para santri yang hendak berkunjung untuk belajar cara pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan.

Dalam praktiknya, pengelolaan sampah di BST dilakukan melalui beberapa tahapan. Sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah antara sampah basah dan sampah kering. Selanjutnya dilakukan pemilahan lanjutan hingga setiap jenis sampah dikelompokkan sesuai kategorinya.

Tinggalkan Balasan