Bila Mahasiswa Menulis untuk duniasantri

Kedua, dari segi tema dan topik pilihan seringkali tidak pas untuk napas dan politik redaksional duniasantri.co. Misalnya, seringkali tema yang diangkat adalah masalah hukum atau fikih yang furuiyah atas praktik keagamaan. Padahal, sedari mula duniasantri.co menghindari tema-tema seperti ini. Jika duniasantri.co memuat perihal praktik keagamaan, misalnya, tinjauannya selalu dari perspektif tradisi atau sosiologis.

Ketiga, pendekatan yang digunakan cenderung asembling atau cangkokan. Misalnya, mungkin karena kuliahnya di jurusan manajemen pemasaran dan media yang dipilih adalah duniasantri.co, maka naskah yang ditawarkan adalah “strategi dan manajemen pemasaran pondok pesantren”. Bagaimana mungkin pondok pesantren ditempatkan sebagai “produk” dan kemudian dipasarkan dengan konsep “4P”, yaitu product, price, promotion, dan place. Artinya, ilmu pemasaran secara text book digunakan untuk memasarkan pondok pesantren. Padahal, secara historis, tumbuh-kembangnya pondok pesantren di negeri ini nyaris di luar jangkauan ilmu pemasaran. Justru, bisa jadi, jika pendekatannya dibalik, dengan meneliti dan mengkaji perkembangan pesantren, akan melahirkan ilmu pemasaran baru yang datang bukan dari kultur atau subkultur yang berbeda.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan