Menulis puisi selalu tak mudah. Meskipun, yang ditulis adalah puisi sederhana, beberapa larik kata atau sebait dua bait. Meskipun, yang ditulis adalah tema sederhana, yang tersaji dalam kehidupan sehari-hari.
Tapi begitulah yang terjadi dalam Kelas Menulis Puisi yang diselenggarakan jejaring duniasantri (JDS) bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/3/2926).


Kelas Menulis Puisi yang dilaksanakan di Al-Zastrouw Library, Serua, Depok, Jawa Barat, ini diikuti belasan mahasiswa anggota PMII. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.30 hingga 20.00 itu berjalan hangat dan interaktif.
Kelas literasi ini menghadirkan penyair Mahwi Air Tawar sebagai pemateri. Sastrawan asal Madura ini berbagi pengalaman serta proses kreatif dalam menulis puisi kepada para peserta.
Dalam sesi tersebut, Mahwi tidak hanya memaparkan materi mengenai teknik dan pendekatan kreatif dalam penulisan puisi, tetapi juga mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan menulis. Para peserta diminta membuat puisi dengan tema Ibu, Ramadan, dan Lebaran. Tema-tema itu dinilai dekat dengan pengalaman sehari-hari sehingga memudahkan penulis pemula mengekspresikan gagasannya dalam bentuk puisi.
Menurut Mahwi, langkah paling sederhana bagi penulis pemula untuk mulai menulis adalah dengan mengenali serta menggali pengalaman yang berada di sekitar kehidupan mereka. Dari pengalaman yang akrab dan sederhana itulah, puisi dapat lahir sebagai ungkapan yang jujur, peka, dan memiliki kedalaman makna.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia literasi dan kepenulisan. Penyelenggara berharap kelas menulis semacam ini dapat terus berlanjut sebagai ruang kreatif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memperkaya tradisi literasi di lingkungan kampus.
Nah, dalam Kelas Menulis ini, selain diberi materi secara teoretis dan pengalaman proses kreatif, peserta juga diminta praktik menulis puisi dari tema-tema yang ditentukan tersebut. Hasilnya, beberapa peserta berhasil menulis puisi sesuai waktu yang ditentukan. Tapi, beberapa yang lain mengaku masih belum menyelesaikan tugasnya.
“Sulit, he-he-he,” ujar beberapa peserta. Bahkan, hal yang sama juga diungkapkan salah seorang peserta yang non-mahasiswa, Anggie D. Widowati.
Padahal, Anggie adalah seorang mantan wartawan yang sudah menerbitkan beberapa novel karyanya. “Tapi saya selalu kesulitan untuk menulis sebuah puisi. Selalu gagal, makanya saya coba ikut kelas ini,” ujarnya sembari tertawa.
Menurut Mahwi, memang tak mudah untuk menulis puisi yang benar-benar bagus, terutama bagi para pemula. Karena itu, menurut Mahwi, salah satu kuncinya adalah terus belajar, mencoba, dan mengasah kemampuan menulis. “Harus tekun menulis, selalu mencoba,” tegasnya.
Kelas Menulis Puisi ini merupakan kelas ketiga dari rangkaian kegiatan Workshop Jurnalistik dan Penulisan Kreatif yang diselenggarakan JDS bersama PMII Rayon Ekonomi dan Bisnis Unpam. Pada dua kelas sebelumnya, materinya adalah teori dan praktik penulisan jurnalistik. Pada pertemuan keempat sehabis Lebaran nanti, materinya adalah penulisan artikel atau opini.
