Dari Pesantren Minggir hingga Jungwok 

Diskusi buku itu diinisiasi penyair Rekki Zakkia, pemilik Kedai Kopi dan Taman Baca Kebun Makna di bilangan Ngeluwar, Magelang, Jawa Tengah. Dus, sehari setelah acara di Pesantren Minggir usai, Minggu malam itu saya turut menghadiri acara tersebut.

Di sana berkumpul para seniman dan sastrawan. Mereka bergiliran membaca puisi. Juga musikalisasi puisi. Juga mementaskan drama mini. Sesuatu yang relatif jarang saya dapatkan di sela hiruk pikuk kesibukan orang-orang Jakarta. Saya merasa menemukan oase sastrawi di sana.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kembali ke “Hotel Joni”, saya bertemu kawan lama yang teramat lama tak pernah jumpa: Taufik Rahzen, pegiat seni dan literasi; sumbu aktifis dari berbagai bidang. Di sela kangenan dan kenangan, ia menyebut Pantai Krakal di Gunungkidul. Di sana ia menyewa sebuah rumah pantai untuk dijadikan semacam galeri dan menggagas banyak rencana. Kami akhirnya menyusun rencana untuk berkemah di Pantai Krakal itu.

“Ah dekat, cuma sekitar empat puluhan menit dari sini,” kata Joni Ariadinata meyakinkan saya. Belakangan saya tahu, perjalanan dari “Hotel Joni” ke Gunungkidul memakan waktu lebih dari dua jam. Beruntung, sejak dua hari sebelumnya, saya dipinjami mobil oleh KH Aguk Irawan, Pengasuh Pesantren Kreatif Baitul Kilmah. Mobil pondok itulah yang saya geber ke mana-mana.

Sayangnya, saat kami bersiap berangkat, Senin sore, orang yang ditugasi untuk menyiapkan tenda buat berkemah tidak muncul-muncul juga. Seharian. Terpaksa, kami berangkat untuk berkemah di Pantai Krakal tanpa persiapan tenda. Tak mengapa. Senin sore kami berangkat, untuk kemudian menaiki menuruni perbukitan Gunungkidul. Selepas isya kami tiba di tempat tujuan, Pantai Krakal.

Sayangnya lagi, rumah pantai Taufik Rahzen mengalami gangguan listrik. Tak bisa dinyalakan, dan gelap gulita. Kami akhirnya meriung di warung-warung tepi pantai, sepanjang malam. Nanti, saat harus merebahkan tubuh, para sastrawan sohor itu terlihat bergeletakan di warung-warung terbuka pinggir laut. Dicumbui angin pantai dan diselimuti dingin musim bediding.

Tinggalkan Balasan