Tetapi, saat tiba masa libur dan berada di rumah, santri masa kini tak ubahnya seperti generasi milenial pada umumnya. Mereka juga akrab dengan segala teknologi informasi, seperti gawai dengan segala fitur sosialnya. Jika selama di pondok mereka sibuk kitabnya, saat berlibur di rumah mereka mulai sibuk dengan gawainya.
Hal seperti ini tidak pernah ditemukan pada santri di masa lalu. Sumber informasi mereka masih terbatas pada kiai atau ustadz dan kitab. Juga, santri di masa dulu tidak pernah ada masa liburan panjang seperti santri masa kini. Bukan karena hanya minimnya transportasi, tapi juga karena pesantren yang mereka pilih juga jauh dari tempat asalnya. Meskipun begitu, santri zaman dulu dipenuhi semangat dan cita-cita tinggi karena kehadirannya memang ditunggu-tunggu oleh masyarakatnya.

Kegigihan santri di masa lalu itu patut dijadikan teladan oleh untuk para santri masa kini, di mana cita-cita dan harapan bangsa banyak ditujukan kepada lembaga pesantren sebagai pencetak manusia-manusia yang berakhlak, manusia yang peduli dengan sesama, serta manusia yang dapat mengemban amanah bangsa. Meskipun dimudahkan oleh kemajuan teknologi, jangan sampai membuat santri masa kini terlena.
