Kebahagiaan sejati bukanlah soal seberapa besar dunia kita miliki, tapi seberapa dalam kita mengenali diri dan tujuan hidup. Dalam pesantren, santri diajak untuk memahami hidup sebagai jalan pulang. Pulang kepada Tuhan, pulang kepada kemanusiaan, pulang kepada keikhlasan.
Di dunia yang semakin bising, pesantren hadir sebagai ruang sunyi yang menyuburkan makna. Ia bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi taman kebajikan, laboratorium kemanusiaan, dan jalan menuju eudaimonia.

Maka pertanyaannya: masihkah kita mampu melihat kebahagiaan dalam kesederhanaan dan keheningan yang ditawarkan pesantren?
Referensi.
Aristotle. Nicomachean Ethics. Translated by Terence Irwin. Indianapolis: Hackett Publishing, 1999.
Al-Ghazali. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.
Nasr, Seyyed Hossein. Knowledge and the Sacred. Albany: State University of New York Press, 1989.
Syamsuddin, Ahmad. Tasawuf sebagai Etika Sosial. Yogyakarta: LKiS, 2022.
