Feodalisme Pesantren yang Dirindukan

Seperti halnya telaah kritis yang ditulis pada akun Instagram ‘skenu_id’ –akun dari rombongan kaum nahdliyyin yang bicara seputar NU namun bukan dari podium melainkan dari bawah panggung –seniman, penulis, akademisi, hingga pelancong spiritual.

Postingan dengan judul “Feodalisme Pesantren Kenapa Tidak!!! (Sentimen atau Telaah Kritis)” menyajikan bahwa feodal dalam pesantren bukan semata mata tunduk pada figur (kiai). Bukan juga kultus, melainkan cara agar ilmu tidak hanya masuk ke otak, tapi juga meresap ke jiwa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kalau ingin mengritik pesantren, mengatakan “ini feodalisme!” silakan. Tapi jangan salah sasaran. Takzim yang disebut sebagai bentuk feodalisme bukanlah alat kekuasaan represif. Kiai juga tidak mengambil tanah rakyat, tidak pula mengutip pajak seenaknya, karena takzim adalah etika, dan kiai justru akan memberikan ilmu, doa, keteladanan, serta pelajaran hidup yang lebih berguna dari ratusan halaman silabus perguruan tinggi.

Term yang Rawan Disalahgunakan

Ketika mendengar istilah feodalisme dalam pesantren jangan langsung terburu-buru panik dan menghendaki adanya revolusi. Mungkin kaum progresif akan bertanya apakah ini penindasan secara kultural? Ya, benar menurutnya. Namun bagi santri ini tidak lain sebagai bentuk perendahan ego –sebuah terapi spiritual agar guru bukan hanya dilihat sebagai fasilitator, melainkan juga pembimbing spiritual. Di sinilah pesantren menawarkan alternatif: hubungan hierarkis yang bukan merendahkan, tapi justru meninggikan martabat ilmu.

Tentu saja, feodalisme pesantren ini bisa disalahgunakan. Kita tidak boleh menutup kemungkinan jika ada oknum kiai yang mengubah takzim menjadi kultus individu. Namun apakah kita akan membakar seluruh ladang hanya karena beberapa rumput liar? Refleksi dan kritik sangat diperlukan, tetapi akan menjadi ironi modernitas paling menyedihkan jika skema spiritual yang telah membentuk jutaan karakter tangguh dan beradab dihapuskan secara total.

2 Replies to “Feodalisme Pesantren yang Dirindukan”

Tinggalkan Balasan