Sehingga, jika masih ada yang bertanya “Kenapa santri harus takzim dan mencium tangan kiai?” Jawabannya sederhana, karena melaluinya terselip ilmu, doa, serta keberkahan. Dan jika itu disebut feodalisme, maka izinkan kami menyebutnya ‘feodalisme yang kami rindukan’.

juga karena banyaknya oknum-oknum pesantren yang tidak bertanggung jawab, membuat banyak orang tambah enggan mempelajari makna takdzim yang sesungguhnya.
Tulisannya keren kang, sangat mencerahkan.. sekalipun terkadang otonomi ketakdziman selalu dimanfaatkan oleh yang bukan kyayi tapi merasa berhak diperlakukan sebagai Kyayi.