Dalam tradisi pesantren, relasi guru-murid tak pernah putus oleh dimensi waktu. Guru-guru kita, bahkan gurunya guru-guru kita, akan tetap merasa punya tanggung moral akan perjalanan hidup murid-muridnya. Ketika mereka hadir dalam mimpi, kita tinggal menangkap pesan-pesannya. Dan pesan-pesan itu juga tumpah di meja persegi panjang itu, ketika kami duduk melingkar dengan khusyuk dan hening, hingga menjelang tengah malam, saatnya kami berpamitan.
