Gus Ghofur, Mengharumkan Bangsa dengan Ilmu Tafsir

Sebagai putra ulama dengan segudang prestasi yang ditorehnya, Gus Ghofur tetap tawadhu` dan tidak angkuh. Pendidikannya di MGS diselesaikan pada tahun 1992. Selanjutnya membantu sang ayah mengajar di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu Sarang dan ia dipercaya menjadi koordinator keamanan pusat. Tahun berikutnya yaitu 1993 menjadi lembaran baru pendidikan putra-putri KH Maimoen Zubair, yaitu Gus Ghofur melanjutkan pendidikannya di Al-Azhar University, Kairo, Mesir.

Di Al-Azhar prestasi Gus Ghofur kembali nampak mengilap. S1 dengan jurusan tafsir selama empat tahun setiap ujian mendapat nilai yang memuaskan (Jayid Jiddan). Begitu juga S2 dengan jurusan yang sama di kampus yang sama selama dua tahun mendapat hasil yang sama yaitu Jayid Jiddan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari ketekunannya dalam belajar. Berjam-jam ia betah untuk memandang buku dan kitab. Akhirnya pada tahun 2002 Gus Ghofur berhasil menyandang gelar Master. Untuk mendapatkan gelar itu tentu sangat melelahkan. Bagaimana tidak, Gus Ghofur harus menulis 700 halaman padahal ia menekuni dunia tulis-menulis baru tahun ke-empat di Kairo.

Selain itu dalam tesisnya harus mencantumkan maraji` yang banyak. Sebagaimana diketahui bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha. Seperti Gus Ghofur yang dulunya terkenal gagap akan tulis-menulis kini telah menjadi Gus Ghofur yang produktif di bidang tulis-menulis.

Pendidikan Gus Ghofur tidak usai di situ. Ia melanjutkan studinya di kampus yang sama Al-Azhar. Gelar S3 dipelorehnya dengan nilai sangat memuaskan. Karya setebal 1700 halaman dengan dibagi dua jilid adalah disertasi Gus Ghofur. Gus Ghofur sebagi kader terbaik Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir telah mengharumkan nama Indonesia dengan diraihnya gelar doktor di bidang ilmu tafsir.

2 Replies to “Gus Ghofur, Mengharumkan Bangsa dengan Ilmu Tafsir”

Tinggalkan Balasan