Begitu juga ketika membaca puisi kedua, Sajak Sebatang Lisong. Gus Muwafiq bahkan seakan menghadirkan sosok WS Rendra, sang pengarang puisi. Dengan suaranya yang berat dan serak, dengan berbisik atau berteriak lantang, Gus Muwafiq mampu menghadirkan sosok si Burung Merak ke atas panggung. Begitu menyihir.
Sebagian penonton mengira Gus Muwafiq akan mengakhiri acara sengan doa ketika bait terakhir sajak WS Rendra tersebut usai dibacakan. Ternyata malam makin gayeng, saat Muwafiq beralih dari berpuisi ke bernyanyi, diiringi oleh duo keyboard dan gitar. Lagu pertama yang dinyanyikannya adalah Nyanyian Jiwa dari album Kantata Takwa yang biasa dinyanyikan Iwan Fals.

“Jangan keburu pulang. Belum jam dua belas. Santri itu hidupnya, kan, malam. Kita akan akhiri dengan doa, tapi nanti jam tiga,” canda Gus Muwafiq usai menyanyikan lagu Nyanyian Jiwa. Penonton pun tertawa sembari bertepuk tangan. Gus Muwafiq pun kemudian membawakan lagu Maaf Cintaku karya Iwan Fals.
