*”juru peta yang Agung, di manakah tanah airku?”
kemudian senja melintasi trotoar
dan pertengkaran dimulai dengan busung dada.

seharga apa tanah air ini direbuti
hingga rasa terbungkus bungkam suara.
dan tuhan menyaksikan dengan aneh
walau aku tahu, tapi pura-pura bodoh.
Pamekasan, 2024.
*Imajinasi yang digunakan oleh Goenawan Mohamad dalam sajak “ Tentang Seorang yang Terbunuh di Sekitar Hari Pemilihan Umum”.
HAL-HAL GANJIL
sebab dadaku mendadak sesak
mendegup panjang riwayat
entah yang keberapa.
hari-hari dicekoki peristiwa
yang tak mengenakkan bagi asumsi
isi kepala.
aku terngangah melihat
tiga orang yang masing-masing
manyerang psikis.
tuan, mulutmu sedang direkam
jangan kau tutup
jika dipanggil oleh waktu.
Pamekasan, 2024.
ilustrasi: lukisan sudjojono, kompas.id.
