Hari Bumi, Manusia Harus “Membumi”

Earth Day, 22 April 1970, Senator Gaylord Nelson AS menyuarakan isu lingkungan. Semakin booming dengan terbitan buku 1962 Silent Spring karya Rachel Carson. PBB kemudian mengamini dengan meresmikan 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

Kabar kini tentang Bumi:beragam informasi, berbagai situs, media sosial, dan media lain, yang menyoroti bahwa Bumi sedang bed rest, rehat sejenak, sebagai efek dari pandemi global Covid-19. Tingkat polusi yang turun, tingkat ketebalan atmosfer yang bertambah, penurunan emisi nitrogen dioksida, lapisan ozon meningkat 1-3 persen, dan penurunan kebisingan seismik. Planet bumi mengistirahatkan dirinya sejenak dan bernapas sedikit lega.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebelumnya, Islam telah mengonsep “Dahwul Ardh, 25 Zulkaidah sebagai hakikat penciptaan Bumi yang termaktub dalam surah An-Nazi’at: 30. Allah juga berfirman yang artinya, “Allah-lah yang menjadikan Bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap.” (QS Ghofir: 64).

Tinggalkan Balasan