BERSANDAR PADA WAKTU
Sepotong doa terparkir
bersandar pada waktu
berpendar di bawah
terik lampu berdinding putih

Ketakutan di belakang manusia
seperti bayang-bayang
Seperti ruang tunggu yang
memanjang antrean, yang sibuk
dengan angka— tentu kita
disibukkan dengan hitungan
Sebagaimana malam
siang seperti terbungkus
Ruangan berjejal cemas
harapan, separo ingatan
mulai mengarungi aliran tubuh
yang larung.
Pada usia, manusia mengalah
ampun ketika seorang dengan jas-jas putih
berdatang: membongkar waktu kita
Solo, 2025.
SERUAN
Sejak kau titipkan gairah itu
DiriMu selalu berseru di dalamku
“Cinta serupa munajat”
Daun makrifat gugur pada
Senja yang berwarna jingga
Kau tepat pada sekian alfa
Pada hati yang bersimbah
Nafsu angkara. Menyimpan
Derap gelisah dan disana
Aku temukan ketersesatan
Sebelum Kau beri pesan
Betapa
pun penderitaan
dan kekosongan
dan kehampaan
Yang aku ketahui kedalaman itu
: Cinta merujuk pada nama-Mu
