Islam Nusantara dan Kesalehan Virtual

Saya kira di sinilah tantangannya. Ketika kiai dan ulama tidak open minded terhadap perkembanagn zaman. Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin akan kehilangan ruhnya. Agama tidak lagi mempunyai jalan hidup, memupuk akhlak dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, era virtual bukan dipandang sebagai hantu perabadan yang perlu dijauhi atau dibasmi, melainkan dicoba untuk melebur ke dalam sebagai alat penyeimbang dari narasi kelompok Islam transnasional dan Islam yang mengusung ideologi terorisme.

Tinggalkan Balasan