JDS Gelar Workshop Penulisan Kreatif di Pesantren Minggir

Ia menegaskan bahwa menulis merupakan bagian dari menjaga kesinambungan sanad keilmuan. Menurutnya, ilmu yang tidak didokumentasikan berisiko hilang bersama berjalannya waktu, sedangkan tulisan mampu melampaui usia penulisnya dan terus memberi manfaat kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Dr Imam Nawawi menyoroti pentingnya literasi pada era digital. Ia menjelaskan bahwa literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengolah pengetahuan menjadi solusi bagi persoalan masyarakat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurutnya, perkembangan teknologi telah melahirkan ruang kompetisi gagasan yang sangat terbuka. Karena itu, santri dan generasi muda perlu mengambil peran sebagai produsen pengetahuan, bukan hanya menjadi konsumen informasi. Teknologi, lanjutnya, seharusnya menjadi sarana memperluas penyebaran nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan khazanah keislaman.

Selain penyampaian materi, workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai teknik kepenulisan, pengembangan ide, penerbitan buku, hingga strategi memanfaatkan media digital sebagai ruang dakwah dan literasi.

Melalui kegiatan ini, JDS berharap budaya menulis semakin tumbuh di kalangan santri dan masyarakat. Tradisi literasi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan pesantren diharapkan terus berlanjut dalam berbagai bentuk, baik melalui buku, artikel, jurnal, maupun media digital, sehingga nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan tetap terjaga serta mampu menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan