
Menurut pengamatan lebih jauh, pondok pesantren hanya menyediakan asrama untuk santriwati. Sementara untuk santri, pihak pengelola menyediakan pondokan kecil berukuran 2 x 3 meter yang hanya dihuni oleh satu santri. Sebagai tambahan, santri tidur dan berkegiatan di ruang tersebut. Pihak pondok tidak menyediakan penerangan listrik melainkan hanya lampu pelita atau teplok. Para santri tidur beralaskan tikar pandan.
Kondisi tersebut bukan tanpa tujuan. Para santri diharapkan dapat terjaga dan mudah dibangunkan untuk melaksanakan kegiatan berdzikir sebelum subuh tiba. Kondisi tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa para ulama dan pembelajar ilmu agama Nusantara zaman dahulu dalam menuntut ilmu hidup mandiri lengkap dengan kesederhanaan dan kesabaran.

