Kesucian Sinta dan Kebiasaan Kita Mengadili Korban

Ironinya, setelah berhasil kembali pun, atau selamat dari penculikan, Sinta masih harus menghadapi keraguan. Dalam beberapa versi cerita, ia harus menjalani ujian api untuk membuktikan kesuciannya. Seolah, penderitaan karena diculik belum cukup. Ia masih harus memikul beban untuk meyakinkan orang lain bahwa dirinya tetap layak dihormati.

Bukankah pola ini masih sering kita temui hingga sekarang?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika seseorang menjadi korban, pertanyaan yang muncul sering kali bukan, “Siapa yang melakukan kejahatan?” melainkan “Mengapa ia berada di sana?” “Mengapa ia tidak melawan?” atau bahkan “Apakah ia benar-benar tidak bersalah?”

Tanpa sadar, fokus kita bergeser dari pelaku kepada korban. Korban diminta menjelaskan dirinya, sementara pelaku kadang hanya menjadi latar belakang cerita.

Tinggalkan Balasan