Kisah Sinta tersebut mengajarkan bahwa penderitaan tidak selalu berhenti ketika seseorang berhasil keluar dari tangan pelaku. Ada luka lain yang muncul ketika masyarakat memilih berprasangka alih-alih berempati.
Mungkin, yang perlu kita pertanyakan bukan lagi kesucian Sinta. Yang lebih penting adalah mengapa kita begitu mudah meragukan orang yang sudah lebih dulu menjadi korban.

Ramayana bukan hanya kisah tentang Rama, Sinta, dan Rahwana. Ia adalah cermin yang memperlihatkan bagaimana manusia memandang keadilan. Dan setelah ribuan tahun berlalu, barangkali yang berubah hanyalah zaman, sementara cara kita menghakimi korban masih tetap sama.
