Namun saya tidak perlu jauh-jauh mencari contoh ke jagat maya. Sebagai mahasiswa yang kesehariannya bergelut dengan ilmu agama, sekaligus mahasantri yang setiap malam menyimak kajian kitab turats dari teman-teman, saya menemukan gejala yang sama, hanya dalam wujud yang lebih halus.
Tidak sedikit dari mereka, ketika menjelaskan sebuah persoalan, penjelasannya jauh dari kebenaran yang semestinya. Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang langsung membuka AI agar cepat selesai tanpa pernah menyentuh kitab aslinya, apalagi menanyakannya kepada guru.

Rantai Pertanggungjawaban
Selama lebih dari 14 abad, umat Islam berhasil menjaga keaslian ajarannya di tengah derasnya arus riwayat-riwayat palsu dan klaim-klaim yang tidak bertanggung jawab yang terus bermunculan dari masa ke masa. Rahasianya bukan pada teknologi atau kecanggihan alat pencatat, melainkan pada satu hal yang dijunjung tinggi sejak generasi pertama: sanad — sebuah sistem yang tidak hanya mencatat siapa berkata apa, melainkan memastikan ada pihak yang bisa dimintai tanggung jawab atas setiap kata yang disandarkan kepada agama.
