“Sekolah-sekolah pemerintah (kolonial) hanya menghasilkan pegawai, dan hanya ditujukan untuk mengasah otak saja, serta menciptakan manusia-manusia yang hanya memusatkan perhatian pada diri sendiri (egoistik) dan yang saling bersaing untuk mendapat secupak nasi”– Pidato Dokter Soetomo dalam Kongres Pendidikan Nasional Pertama pada 1935.
Dokter Soetomo lazim dikenal sebagai pendiri organisasi Boedi Oetomo, salah satu organisasi pergerakan nasional pertama Indonesia pra-kemerdekaan. Harum namanya begitu teringat di benak para pelajar di Indonesia, setidaknya mengingatkan pada Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap tanggal 20 Mei. Di bawah kuasa Bung Karno, pada tahun 1948, ditetapkan kelahiran organisasi Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Lalu diperbarui melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 menjadi Hari Kebangkitan Nasional.

Pendidikan Lahir dan Batin
Menukil Ahmad Baso, dalam suatu adu gagasan kebudayaan yang berkisar pada tahun 1930-an yang dikenal dengan “Polemik Kebudayaan”, Dokter Soetomo dan Ki Hajar Dewantara tampil membela pesantren di tengah serangan para pendukung sekolah kolonial.
