Sejarah perjalanan organisasi sebesar NU tidak pernah ditentukan oleh episode satu malam pemungutan suara. Ia ditentukan oleh bagaimana keputusan besar itu dijalani, dipertanggungjawabkan, dan pada akhirnya diterima—atau ditolak—oleh jutaan warga Nahdliyin yang barangkali tak pernah menginjakkan kaki di Tambakberas, tetapi tetap merasa memiliki organisasi ini sepenuh hati.
